Sistem
Manajemen Database
Apakah yang dimaksud dengan sistem manajemen
database? (Database Management System=DBMS).
Sistem manajemen database adalah sistem berbasis komputer untuk
mendefinisikan, membuat, memanipulasi, mengawasi, mengatur, dan menggunakan
database.
Sebuah database adalah kumpulan dari integrasi
data yang terorganisir seperti byte, ruas, rekod, dan file.
DBMS adalah menggantikan sistem manajemen file lama dan dengan demikian
meningkatkan integritas data dan kemandirian, serta mengurangi pemborosan data.
Fundamental
DBMS
DMBS membutuhkan kapasitas penyimpanan besar,
biasanya menggunakan magnetic tape, hard disk, CD-ROM, dan sistem penyimpanan
(mass storage systems).
Perangkat lunak DBMS biasanya termasuk bahasa
query, penulis laporan, utiliti, kamus data, dan log transaksi.
Perangkat keras: Menghitung kapasitas
penyimpanan
Perangkat lunak: Pengawasan
Jenis
Organisasi Database
Tiga jenis umum struktur database adalah:
Hirarkis: pada struktur database hirarkis, ruas
atau rekod diatur dalam kelompok yang berhubungan menyerupai ranting pohon
Jaringan: database jaringan hampir sama dengan
hirarkis, tetapi masing-masing anak rekod dapat memiliki induk lebih dari satu
rekod
Relasional: Jenis pengorganisasian yang paling
fleksibel, database relasional
menghubungkan data di dalam file berbeda melalui penggunaan suatu ruas
kunci, atau elemen data umum.
" Database Hirarkis , Database Jaringan , Database Relasional "
Administrasi Database
Organisasi pada umumnya yang menugaskan seorang
administrator database (database administrator=DBA) untuk mengatur database dan
aktivitas yang berkaitan.
Administrator database memiliki enam tanggung
jawab utama yaitu: (1) desain database, (2) implementasi dan operasionak
database, (3) koordinasi dengan pengguna, (4) backup dan recovery, (5) memantau
capaian, dan (6) keamanan sistem.
Keunggulan DBMS
Suatu DBMS dapat memperkecil pemborosan data,
mengijinkan kemudahan memperbarui file, memaksimalkan integritas data dan
indevendence, menyederhanakan pemeliharaan, meningkatkan produktivitas pemakai
dan keamanan data, serta menstandardisasi definisi data.
Keterbatasan DBMS
DBMS adalah kompleks; perencanaan matang dan
substansial diperlukan sejumlah keahlian teknis untuk implementasi dan
memelihara sistem
Biaya berkaitan dengan pengembangan dan operasi
dari corporate DBMS menjadi substansial seperti perangkat lunak dan perangkat
keras didapat, tenaga dukungan teknis, dan tenaga operasional
Konsolidasi dari keseluruhan sumber daya
informasi bisnis ke dalam DBMS dapat menciptakan sifat mudah rusak yang lebih
tinggi. Jika terjadi bencana alam, kebarakan, atau bahkan perangkat keras atau
perangkat lunak bermasalah dapat menyebabkan hilangnya file database.
Kepemilikan Database
Database kecil dan besar dapat dikelompokkan:
Perorangan: pada dasarnya sebuah database komputer mikro yang digunakan oleh satu
orang
Perusahaan: database bagi pakai oleh beberapa pengguna dari satu perusahaan dalam satu
lokasi
Terdistribusi atau
kepemilikan: adalah
database bagi
pakai oleh beberapa pengguna dari satu perusahaan yang mana adalah pemilik
database, tetapi data disimpan di beberapa lokasi yang dihubungkan pada
berbagai jaringan komunikasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar